banner 728x70

Rakor Tertutup Bahas Tapal Batas Muratara

Bupati Muratara Syarif Hidayat Berjalan Bersama H Alim Pengusaha Sukses Asal Palembang

Palembang, sumajaku.com- Rapat Koordinasi (Rakor) khusus terkait Tapal Batas Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) yang masuk ke lokasi perkebunan milik H Alim di Kabupaten Musi Banyuasin (MUBA), berlangsung tertutup bagi awak media, berlangsung di Rung Catur Cakti
Mapolda Sumsel. Senin (08/01/2018).
Rapat koordinasi, dihadiri langsung Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain. Gubenur Sumsel Allex Noerdin. Bupati Muratara Syarif Hidayat. Pengusaha sukses Palembang Haji Alim. Serta Pejabat Utama Polda Sumsel, pelaksanaan Rakor berlangsung dari Pukul 08.00 Wib hingga pukul 13.00 wib. Usut punya usut, Rakor yang digelar terkait kisruh tapal batas tanah milik pengusaha atas nama H Alim yang berlokasi di MUBA perbatasan dengan Muratara, yang dinilai dicaplok oleh Pemkab Murtara dalam pemasangan tapal batas wilayah.
Rakor khusus yang digelar jajaran Polda Sumsel, terkait tapal batas. Dibenarkan Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain. “tadi kita mengelar rapat koordinasi khusus, terkait komplan H Alim, dimana dia merasa lahan miliknya di MUBA dirugikan, oleh pemasangan patok tapal batas oleh Pemkab Muratara” ungkap Irjen Pol Zulkarnain usai ditemui Rakor.
Dijelaskan Kapolda Sumsel. Menurut yang disampaikan H Alim, dirinya memiliki izin untuk perkebunan tiba tiba di patok (Tapal Batas-red). Akan tetapi. Pemkab Muratara itu sewenang wenang, pemasangan tapal batas itu telah diatur oleh PERMENDAGRI NO 76 Tahun 2012 Tentang Pedoman Penegasan Batas Daerah yang di ubah PERMENDAGRI NO 50 Tentang
Batas Wilayah.
Masih dikatakan Kapolda Sumsel, pihaknya melaksanakan gelar perkara untuk melihat sejauh mana kasus tersebut, sekaligus membuat terangka kasus mengingat kasus serupa dengan objek yang sama dari laporan polisi (LP) sebanyak 10 kasus. “untuk itu kami gelar perkarakan untuk melihat, karena ada beberapa laporan polisi (PL) kasus menyangkut objek yang sama setidaknya ada 10 LP, baik menyangkut permasalahan perkebunan, pertambangan, perusakan lahan. Jadi, tujuan kami mengelar perkara disamping untuk membuat terang perkara juga mencegah kemungkinan konplik sosial” ingatnya.
Untuk menghindari terjadinya konplik. Mengingat kedua belah pihak banyak pengikutnya, agar tidak terjadi konplik diharapkan kedua belah pihak tidak mengerahkan massa, yang selama ini Provinsi Sumatera Selatan terkenal dengan ZERO KONPLIK. “jadi kami mengimbau dengan segala hormat, kepada para pihak untuk tidak mengerahkan massa, mengerakan pekerjanya, sehingga bisa menimbulkan konplik sosial, ” himbaunya.
Disinggung soal apakah di Muratara telah terjadi konplik, terkait tapal batas yang masuk ke lahan perkebunan milik pengusaha H Alim. Ditegaskannya. “iya. Tapi, sejauh ini belum ada (konplik) hanya ada berpotensi, setahu saja belum ada konplik menyangkut itu ya, hanya jika dibiarkan, karna konplain dari H Alim itu keras, bisa karyawan dia, atau masyarakat yang mendukung dia melakukan tindakan tindakan atau nanti ada saja orang yang mengatakan propokasi dari H Alim, ” jelas Kapolda Sumsel
Sementara itu, Syarif Hidayat Bupati Muratara, menuturkan jika pihaknya “sudah saya sampaikan di Forum tadi, kami patuh pada peraturan yang dikeluarkan pemerintah diatas. Kami kedepan lebih
kondusif lagi, karena kita akan Pilkada Pilpres, sudah kami sampaikan ke Bupati Muba agar ini jangan terjadi gejolak, apapun keputusannya kami taati. Selama ini tidak ada gejolak, warga aman aman saja ini untuk mencegah” ujar Syarif. (April)

Subscribe

sumajaku

No Responses

Comments are closed.