banner 728x70

Penyidik Kesulitan Cari Saksi Atas Kasus OTT

Irjen Pol Zulkarnain Didampingi Wakapolda dan Irwasda Polda Sumsel

Palembang, sumajaku.com- Perkembangan kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) atas kasus Pungli pada Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan, sampai sekarang penyidik Polda Sumatera selatan masih belum menemukan saksi (korban yang diperas-red) untuk melangkapi berkas perkara yang dimintakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).
“Hingga saat ini penyidik masih kesulitan mencari saksi korban, yang merasa di peras dalam hal memberikan pungli Sertifikasi untuk mendapatkan tunjangan profesi guru tersebut” ungkap Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Zulkarnain yang didampingi Wakapolda Brigjen Pol Bimo Anggoro Seno dan Irwasda Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Alamsmyah. Senin (28/11/2017).
Walau sudah 72 hari sejak pihak JPU mengembalikan berkas perkara untuk dilengkapi (P-19), lantaran dalam proses penyelidikan kurangnya alat bukti, (08/09/2016) lalu. Bahkan Orang nomor satu di Polda Sumatera Selatan ini menuturkan lantaran pihaknya kesulitan dalam mencari saksi untuk melengkapi berkas, pihaknya akan kembali mengelar perkara. “Kalau bolak balik terus, bisa saja gelar perkara lagi. Apakah perkara ini dihentikan (SP3) atau bagaimana” ujarnya.
Untuk kendala dalam kasus OTT Dinas Pendidikan Sumatera Selatan ini. Diterangkan Irjen Pol Zulkarnain. Biasanya lebih cepat proses untuk segera di adili karena paraktik pungli dimana tersangka tertangkap tangan oleh aparat hukum.
Masih diungkapkannya, dirinya merasa bahwa apabila perkara tersebut di-OTT-kan, tidak diperlukan lagi saksi yang merasa diperas atau dipaksa memberikan pungli karena barang bukti yang diperlukan seharusnya cukup dengan fakta yang ditemukan di lokasi OTT tersebut.”namun kami tetap berupaya dan terus berkordinasi dengan JPU agar perkara ini bisa diteruskan proses hukumnya,”tuturnya.
Dimana empat tersangka OTT Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan yaitu. Staf Operator Kabid Pendidik dan Tenaga Kependidikan (Ptk) Disdik Sumsel Asni, Kepala Bidang Pendidik dan Tenaga Pendidik Syahrial Effendi, Kasi Ptk SMA Kusdinawan, serta Staf Bidang Pendidik dan Tenaga Kependidikan Disdik Sumsel Bernama Widodo Telah Menghirup Udara Bebas Sejak 17 Oktober 2017 Lalu.
Ke empat tersangka ini dibebaskan demi hukum karena berdasarkan Pasal 26 Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) menyatakan, tersangka ditahan demi kepentingan penyidik hanya diperbolehkan maksimal 90 hari.Namun Kapolda Sumatera Selatan menegaskan, status tersangka masih melekat hingga penyidikan terhadap mereka selesai. Zulkarnain pun mengungkapkan, masa tahanan para tersangka awalnya selama 20 hari. Telah diperpanjang pada 40 hari ditambah 60 hari. (April)

Subscribe

sumajaku

No Responses

Comments are closed.