banner 728x70

LAI Sumsel Angkat Bicara Terkait Oknum LSM Lakukan Pemerasan

Syamsoedin Djoesman Ketua Lembaga Aliansi Indoensia DPD Sumsel

Palembang, sumajaku.com– Terkait penangkapan tujuh oknum LSM, 4 diantaranya anggota Lembaga Aliansi Indonesia oleh Polsek Muara Padang, Babinsa dan masyarakat yang diduga melakukan pemerasan Sebanyak Rp. 40 Juta. Terhadap Ketua Kelompok Tani Desa Jalur Mulya 13 Kecamatan Muara Sugihan Kabupaten Banyuasin Sumsel. Minggu (27/8/2017) sekitar Pukul 13.00 WIB. Ketua Lembaga Aliansi Indonesia (LAI) DPD Sumsel mengkonfirmasi kepada Pers, bahwa yang melakukan pemerasan tersebut adalah ulah oknum bukan LAI.
Syamsoedin Djoesman Ketua Lembaga Aliansi Indoensia DPD Sumsel mengatakan, selaku keluarga besar Aliansi Indonesia Provinsi Sumsel bahwa ini adalah ulah oknum, bukan dari lembaga. Lembaga Aliansi Indonesia tidak pernah memerintahkan yang seperti itu.
“Kita sudah jelas mempunyai Motto: Menyelamatkan asset negara, menegakkan keadilan dan kebenaran, menjaga NKRI. Visi: mendukung sepenuhnya pemerintah yang sah dan program kerjanya secara institusional. Misi: Aliansi Indonesia akan selalu mencermati, menyikapi dan mengawal kebijakan pemerintah pusat maupun daerah. Sedangkan Tujuan: Mengajak seluruh masyarakat Indonesia, Stop!!! Dan Cegah!!! Segala macam kejahatan dibumi Indonesia. intinya perbuatan yang memalukan tersebut adalah ulah dari segelintir oknum yang mencoreng nama lembaga”, ungkap Syamsoe diruang kerjanya Minggu (3/9/2017).
Terpisah Ketua Aliansi Indonesia DPC Muratara M Willi Pasundani, merasa malu atas perbuatan yang dilakukan oleh oknum teman-teman DPC Banyuasin, paling tidak menimbulkan krisis kepercayaan kepada masyarakat.
“Sebagai Ketua DPC Muratara, saya serahkan kepada pihak kepolisian untuk memberikan solusi yang terbaik buat mereka, kami sangat menyesalkan karena perbuatan oknum tersebut sangat memalukan, memang tidak ada perbuatan tersebut diajarkan dalam lembaga kita, saya harap dari pihak DPD Sumsel dan DPP Pusat untuk segera cepat bergerak untuk menyelesaikan masalah ini”, tegasnya.
Sementara menanggapi hal tersebut Ketua LAI DPC OKU Timur M Kanda Budi Setiawan menuturkan, dimana selama ini citra Aliansi Indonesia yang sudah cukup harum dan baik dimasyarakat, dengan adanya penangkapan oknum Ketua DPC Banyuasin maka berdampak negative dimasyarakat.
“Masyarakat akan menilai, oh berarti Lembaga Aliansi Indonesia sama saja dengan Lembaga Swadaya Masyarakat yang lainnya diluaran sana, dan tanggapan saya kalau benar itu terjadi kalau tidak bohong kalau tidak fitnah dan tidak ada kepentingan pribadi atau kepentingan politik dibalik kasus ini, silakan pihak kepolisian memproses oknum tersebut secara hukum, namun sebaliknya apabila hal tersebut tidak terjadi dan itu di rekayasa, maka aliansi akan mengambil sikap tegas, menyikapi dan mencermati serta melaporkan kembali, dengan pencemaran nama baik lembaga,” pungkasnya.
Untuk diketahui, pada pemberitaan sebelumnya Sebanyak 7 anggota Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) diamankan polisi. Mereka diduga melakukan pemerasan terhadap korban Sobirin, seorang Ketua kelompok Tani Desa Jalur Mulya 13, Kecamatan Muara Sugihan, Banyuasin, Sumatera Selatan.
“Penangkapannya dini hari tadi sekitar pukul 01.00 WIB,” ucap Kapolres Banyuasin, AKBP Andri Sudarmadi, Minggu (27/8/2017).
Mereka terdiri dari 4 laki-laki dan 3 perempuan. Ketujuh orang tersebut adalah Sa, Sk, MJ, H, DI, E, dan R. Selain itu, kepolisian juga mengamankan beberapa barang bukti. Antara lain uang pemerasan Rp. 39.800.000,- 4.KTA lembaga aliansi indonesia, 1.kartu media KPK an. R, 3 buah KTP an. SM, S dan MJ, I unit hp samsung lipat warna hitam, 1 unit hp sunberi lipat warna putih, 1 unit hp nokia warna hitam, 1 unit hp oppo warna putih, 1 unit hp stawberi warna hitam, 1 unit hp vivo warna goold, 1 unit hp nokia warna silver, 1 unit hp samsung warna putih, 1 unit hp samsung warna putih. 1 unit mobil xenia beserta kunci kontak, 1 buah dompet milik S, 1 buah dompet warna merah milik R, Uang tunai senilai Rp. 800.000 ribu. 1 buah dompet warna coklat milik SM, 5 lembar surat badan hukum terdaftar dinegara .1 map warna biru data data desa dan data gapoktan sebanyuasin.
1 map warna biru data gapoktan sekecamatan Muara Padang. 1 map warna biru data gapoktan sekec Air Salek.1 map warna biru data gapoktan sekec. Muara Sugihan. 1 buah buku kunjungan dan 2 buah baju kaos warna loreng.
“Kami sedang lakukan Langkah yang diambil membuat Laporan, amankan TSK dan BB, Riksa Saksi- saksi, Rik TSK, amankan barang bukti dan lengkapi mindik,” terang Andi.
Sementara itu korban Sobirin menyebutkan, awalnya dia didatangi oleh 8 orang anggota yang mengaku dari LSM KPK Sembawa. Mereka mempertanyakan mengenai kegiatan pembuatan saluran di desa tersebut. Mereka pun meminta uang dan mengancam akan membawa Sobirin ke kantor mereka.
“Saya diminta uang Rp 50 juta. Tapi cuma sanggup 40 juta,”kenangnya.
Setelah kedelapan pelaku itu pulang, Sobirin langsung menghubungi Ketua kelompok tani Desa Cendana Sutris dan menceritakan kejadian tersebut, setelah itu lapor ke pihak berwajib.
“Pertama kami langsung lapor ke Babinsa. Kemudian, ke Kapospol Muara Sugihan yang diterima Bripka Darsandi,” ungkap Sobirin.
Mendengar laporan tersebut, pihak Mapolsek Muara Padang langsung bertindak dan mengamankan 7 orang pelaku. Pelaku tadinya berjumlah 8 orang. Namun satu pelaku lagi berhasil kabur. (SU/yn)

Subscribe

sumajaku

No Responses

Comments are closed.