banner 728x70

Informed Consent Untuk Melindungi Kedua Belah Pihak

Kompol dr Mansuri SpKF Saat Menjadi Narasumber Di RSUD Besemah Pagar Alam.

Palembang, sumajaku.com- Untuk mendukung kegiatan Pelatihan Informed Consent dalam rangka penilaian Akreditasi Rumah Sakit oleh pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Besemah Pagar Alam. Kompol dr Mansuri, SpKF. Diundang menjadi narasumber. Bertempat di Aula RSUD Besemah Pagar Alam di Jalan Ade Irma Surya Nasution 02 Kelurahan Beringin Jaya Kecamatan Pagar Alam Utara Kota Pagar Alam. Kamis (30/11/2017).
Dalam materi yang disampaikan. Kompol dr Mansuri.SpKF. Menuturkan dengan adanya ‘Informed Consent’ akan tercipta perlindugan terhadap kedua belah pihak baik pasien sebagai penerima jasa maupun dokter sebagai pemberi jasa. Pasien akan menerima penjelasan yang cukup sebelum menerima tindakan medis dan bebas memutuskan untuk menerima atau menolak tindakan yang akan diberikan kepadanya. Sebaliknya dokter juga mempunyai dasar yang kuat yaitu izin dari pasien untuk melakukan tindakan medis.
“Informed Consent adalah persetujuan atau izin oleh pasien atau keluarga yang berhak, kepada dokter untuk melakukan tindakan medis atas dirinya, setelah kepadanya oleh dokter yang bersangkutan diberikan informasi atau penjelasan yang lengkap tentang itu” jelas Kompol dr Mansuri.SpKF.
Masih dijelaskan Kompol dr Mansuri. SpKF. Dasar hukum Informed Consent ialah Permenkes No 585 Tahun 1989 Tentang Persetujuan Tindak Medik atau Informed Consent. Pasal 45 Undang Undang No 29 Tahun 2004 Tentang Praktek Kedokteran. Undang Undang No 08 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen. Pasal 1365 KUHPerdata dan Pasal 351 KUH Pidana. Ujarnya.
Dalan tindakan ‘Informed Consent’ yang harus tercakup yaitu Diagnosis dan tata cara tindakan medis. Tujuan tindakan medis yang dilakukan. Alternatif tindakan lain dan risikonya. Risiko dan komplikasi yang memungkinkan terjadi dan Pronosis atau perkiraan hasil dari tindakan yang dilakukan. (April)

Subscribe

sumajaku

No Responses

Comments are closed.