banner 728x70

Hak Jaksa Terancam Dikekang

Sidang kasus pengrusakan dengan agenda dakwaan 7 terdakwa

Palembang, Sumajaku.com- Majelis hakim diketuai Berton SH MH mengancam Jaksa Penuntut Umum (JPU) Syarif Sulaiman SH akan mengekang haknya bila sidang ke depan masih gagal menghadirkan para terdakwa di persidangan.
Pasalnya, surat untuk para terdakwa ataupun melalui kuasa hukumnya, seharusnya dilakukan langsung oleh jaksa yang bersangkutan. Sehingga kalaupun ada perbedaan ada perbedaan, bisa langsung dijelaskan.
“Kalau sudah seperti ini, mau tidak mau, sidang terpaksa ditunda. Akibatnya tentu saja akan berpengaruh pada proses persidangan ke depan. Bila diperlukan, kita akan mengekang hak dari JPU. Ini dimaksudkan untuk menjaga ketertiban jadwal persidangan,“ tegas Berton disela persidangan yang digelar di ruang sidang utama Pengadilan Negeri Palembang Klas I A Khusus, Senin (27/08/2017).
Diketahui, terdapat perbedaan antara surat panggilan untuk menghadiri sidang yang diberikan JPU terhadap para terdakwa, Agus Romrizal (50), warga Jalan Slamet Riyadi Lorong Kemas I Kelurahan Kuto Batu Palembang (terdakwa I), Taufik Hidayat (30) warga Jl Slamet Riyadi Lr Sei Jeruju (terdakwa II), M Helmi (35) warga Jl Segaran Lr Kebangkan (terdakwa III).
Selanjutnya, Andi Gunawan (20) warga Jl Segaran Lr Kebangkan (terdakwa IV), Andi (38) warga Jl Segaran Gang Ujung Tanjung (terdakwa V), Fitriadi (38) warga Jl Segaran Lr Kebangkan (terdakwa VI) dan Antoni (25) warga Jl Segaran Lr Kebangkan (terdakwa VII).
Berton mengungkapkan, dalam surat panggilan yang tertera, jadwal sidang Rabu, 28 Agustus 2017. Padahal, 28 Agustus merupakan hari Senin yang harus menghadirkan para terdakwa.
Kalau seperti ini, terdakwa pasti bingung. Harusnya, ini bisa diantisipasi JPU, sehingga menimbulkan multitafsir dari Penasihat Hukum (PH), jelas Berton.
Sidang berjalan 15 menit, PH terdakwa I – IV, Prof Rasyid Irman SH dan Dr Fahmi SH MH masuk ruang sidang, keduanya mempertanyakan perbedaan surat panggilan sidang itu.
“Demi kepastian hukum dan jalanya proses persidangan, kita berpatokan pada surat undangan dari JPU, karena hari dan tanggal dalam surat undangan sidang berbeda,” jelasnya.
Diketahui sebelumnya, 7 terdakwa ini disidangkan, terkait dugaan pengrusakan mobil milik Yeny Mardiana jenis Nissan Grand Livina dan Suzuki Estillo, dengan merusak pagar depan rumah dan terali pintu masuk serta jendela samping rumah milik keluarga besar Kgs Usman, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 170 ayat (1). Berdasarkan pada Surat Tanda Terima Laporan Polisi Nomor : STTLB / 626 / XI / 2013 / SPKT. Sektor Ilir Timur II, Tertanggal 16 November 2013. (yn)

Subscribe

sumajaku

No Responses

Comments are closed.