Gubernur Tetapkan UMP Sumsel 2013 Rp 1.630.000,-

Gubernur Sumsel ditengah-tengah aksi para buruh (foto, april)

Gubernur Sumsel ditengah-tengah aksi para buruh (foto, april)

PALEMBANG, sumajaku.com-  Aksi unjuk rasa menuntut perubahan terhadap SK Gubenur Sumsel Nomor : 745/KPTS/DISNAKERTRANS/2012, dengan menetapkan UMP sebesar Rp: 1.350.000 yang kemudian naik Rp : 50.000 yang kini belum ditandatangani sang Gubenur Sumsel Alex Noerdin. Masih menuai protes dari kalangan Buruh yang tergabung didalam Konfederasi Aliansi  Serikat Buruh Indonesia (KASBI) Sumsel, Senin (21/01), sekitar 3.000 massa kembali menuntut agar Gubenur Sumsel Bijak dalam menetapkan UMP Sumsel 2013.

Kaum buruh yang memperjuangkan UMP yang layak (foto, april)

Kaum buruh yang memperjuangkan UMP yang layak (foto, april)

Ribuan massa terlebih dahulu berkumpul di Mesium Baladaputra Dewa di Benteng Kuto Besak, yang kemudia berjalan kaki menuju Kantor Gubenur Sumsel. setelah massa buruh tiba hanya duapuluh menitberselang Gubenur Sumsel, Alex Noerdin tiba turun dari mobil menemui langsung massa demo dan langung naik podium dan berkata “apa khabar, “ disambut buruh “baik” kata mereka, lalu Gubenur berkata kembali “ kalian  memang baik, tapi aku tidak baik, tadi aku didemo sopir truk batubara sekarang lah kalian semua, lama-lama habis juga rambut aku ini. Langung saja pilih beberapa orang kita berunding didalam” kata Gubenur disambut tawa semua yang ada.

Para buruh berkaitan tangan mempererat barisan (foto, april)

Para buruh berkaitan tangan mempererat barisan (foto, april)

Dalam perundingan diruang rapat Gubenur Sumsel, dimana  Gubenur Sumsel didampingi Assisten III Bidang Kesejahteraan Drs H Ahmad Najib, Kepala Dinas Tenaga Kerja Rizal Fatoni, Kaban Kesbangpol dan Linmas Prov Sumsel Ikhwanudin S.Sos. dan Salah satu anggota dewan pengupahan dari KSBSI Darius. Sedangka dari Buruh diwakilkan Ketua Umum DPP KASBI, Nining Elitos. KASBI dari Wilmar oleh Suyono sekaligus Ketua KASBI Prov Sumsel. KASBI dari Carrafour oleh Phidu.

Dalam perundingan tersebut, antara Gubenur dan kaum buruh beberapa kali saling tawar menawar, walau terkesan biasa akan tetapi Gubenur Sumsel, Alex Noerdin. Tetap memutuskan dengan bijak. “sekarang langsung saja mintanya piro?, yang pantes-pantes saja mas. Yang pantesnya dari pihak buruh itu berapa?  .” Kata Gubenur Sumsel kepada Ketua KASBI Sumsel, Suyono. Lalu dijawabnya “kami minta sesuai dengan Kebutuhan Hidup Layak sekitar Rp: 1.707.000” katanya. Lalu dengan nilai yang diberikan, Gubenur Sumsel mengingatkan jika dirinya harus berunding dengan pihak pengusaha. “Bisa kurang tidak, katanya mau cari titik temu, bagaimana kalau kita ketemu ditengah saja yaitu Rp : 1.630.000 juta Dial,”Kata Gubenur Sumsel.

Dijelaskannya, jika kebijakan yang diambil Gubenur murni merupakan kebijakan seorang Gubenur, apalagi kebijakan yang disepakati Gubenur dengan buruh tanpa pihak pengusaha. “Saya sudah hitung-hitungan juga tidak sembarangan dan saya juga tidak sembarangan memutuskannya saya sudah bicara dengan stap saya sekarang tinggal meyakinkan pengusaha,” jelasnya.

Lalu dituturkannya, penetapan kebijakannya terhadap UMP Sumsel 2013, sebesar Rp 1.630.000. merupakan langka bijak yang berani dilakukan Gubenur Sumsel, Alex Noerdin. Dan beliau menolak jika kebijakannya ini dikaitan dengan Pilkada 2013 di Sumsel. “Ini tidak ada hubungan dengan Pilkada ini adalah kewajiban saya, saya  mau maju atau idak tetap harus memperhatikan buruh dan itu harus. Kalau mau aman-aman saja saya tidak akan bela ini, saya konsekunsinya dimusuhi pengusaha. Tidak apa-apa.” Tutur alex.

Jadi, Sambungnya, jangankan untuk buruh untuk rakyat pun harus kita perhatikan, percayalah jabatan ini hanya amanah bisa hilang dalam satu malam. “Ini wajar saya sudah survei, tinggal saya meyakinkan pengusaha untuk bisa  menerima keputusan gubenur ini, tolong segera bikinkan SK dan segera akan saya tanda tangani boleh diumumkan UMP sebesar Rp: 1.630.000, moga-mogahan nilai sebesar itu dapat digunakannya sebaik-baiknya,”ujarnya.

Dengan sesepakatan UMP Sumsel, tahun 2013 sebesar Rp 1.630.000 yang segera di tanda tangankan Gubenur Sumsel. “Dalam perundingan harga yang ditawarkan dan nilai yang di kompromikan 1,630 juta. kaum buruh menerimanya,” Kata Ketua Umum DPP KASBI, Nining Elitos. Pihaknya  secara organisasi melihat walaupun belum layak, kedepan buruh dan dewan pengupahan agar tidak mengulangi kesalahannya kembali dengan menentukan upah diluar jalur hukum dan tidak melihatkan stekholder seperti serikat buruh yang ada,  ini PR kedepan pemerinta agar dalam penentuan upah harus transparan dan mempertanggungjawabkan serta melibatkan setcholder sehingga tidak terus terulang.

Sedangkan Ketua DPD KASBI Sumsel, Suyono, mengenai aksi turun kejalan mengatakan “kami hanya ingin aspirasi dan tuntutan kami bisa diperhatikan dan direalisasikan, kami bergerek karena kebutuhan, besar harapan kami agar gubenur bisa membantu dan meringati beban kami.” Katanya. (April)

Share Button

Share this post:

Related Posts

Leave a Comment